Senin, 19 Desember 2011

Ustadz Abdul Aziz Diantara Agama-agama Teologi

Salafy

Salaf (bahasa Arab: Salaf a -āli) adalah generasi pertama dari kalangan sahabat dan tabi'in (dua generasi pasca sahabat) yang berada di atas fitrah (dien/agama) yang selamat dan bersih dengan wahyu Allah. Yang kemudian dijadikan sebagai salah satu aliran dalam agama Islam yang mengajarkan syariat Islam secara murni tanpa adanya tambahan dan pengurangan. Seseorang yang mengikuti aliran ini disebut Salafy (as-Salafy), jamaknya adalah Salafiyyun (as-Salafiyyun).[1]
Para Salafy beranggapan bahwa, jika seseorang melakukan suatu perbuatan tanpa adanya ketetapan dari Allah dan rasul-Nya, bisa dikatakan sebagai perbuatan bid'ah.
SIAPAKAH SALAFY? 1) Siapakah Salafush Sholeh?. Secara sederhana dapat diartikan sebagai “orang-orang shalih terdahulu.”. Secara terminologi bahasa arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan." (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Secara terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, tabi'in (murid-murid shahabat) dan tabi'ut tabi'in (murid-murid tabi'in)". (Manhajul Imam As Syafi'i fii Itsbatil `Aqidah). Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Bukhari dan Tirmidzi).

Diantara faham Salafy adalah bahwa : pokok pemahaman para Salaf terhadap pemerintah adalah sbb: - Selama di dalam negara itu masih dikumandangkan adzan, ditegakkan shalat, puasa, zakat maka negara itu negara Islam meskipun undang-undang negara itu bukan undang-undang Islam dan hukum yang berlaku bukan hukum Islam. Sebagaimana hadits Nabi yang melarang pasukan kaum muslimin menyerang suatu kota yang didalamnya dikumandangkan adzan. Sehingga yang menjadi pembeda negara itu adalah negara kafir atau bukan adalah dikumandangkannya adzan! Subhanallah, inilah jika kita berpegang teguh pada sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam, sedikitpun kita tidak akan tergelincir, maka Indonesia adalah negeri Islam dan haram bagi kita untuk memberontak pada negara Indonesia. - Wajib taat kepada penguasa sekalipun penguasa itu zhalim. Sebagaimana disebutkan dalam ayat : taatlah kamu kepada Allah, Rasul dan ulil amri di antara kamu. Taat ini artinya taat kepada pemerintah selama bukan dalam hal maksiat. Taat ini berarti kita tidak boleh memberontak pada pemerintah yang sah atau berbuat makar yang merusak keamanan masyarakat.

Faham Salafy bahwa yang menjadi pembeda negara itu adalah negara kafir atau bukan adalah dikumandangkannya adzan,  adalah pandangan teologi. Itulah yang menjadikan faham salafy menjadi agama teologi. Diantara yang membedakan suatu faham itu itu ahlussunnah wal jama'ah 'alaa minhajin-nubuwah ataukah ia agama teologi adalah bertanggung jawab atau tidaknya faham itu akan keterikatannya dengan shahifah nabawiyah yang diantara diktumnya menyebutkan :
 وَلاَ يَقْتُلُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنًا فِي كَافِرٍ وَلاَ يُنْصَرُ كَافِرٌ عَلَى مُؤْمِنٍ
Seorang mukmin tidak boleh membunuh seorang mukmin yang lain dalam rangka membela orang kafir. Dan tak seorangpun yang kafir diberi pertolongan dalam perbuatan serangan terhadap seorang mukmin.
Di AS ada orang yang mengumandangkan adzan dan untuk itu kerajaan Saudi Arabia lebih setia mendukung AS memerangi Iraq dengan Saddam Huseinnya, Afghanistan dengan Osamah bin Laden dan Mujahidinnya, Libya dengan Qadzafinya dan AS didirikan untuk senantiasa menjadi pohon gharqad menyembunyikan kebiadaban negara Yahudi yang mentopengi diri dengan nama yang menjadi gelar Nabi Ya'qub : Israel. Karena fundamentalisme radikal Salafy sami'naa wa atha'naa (kami mendengar dan kami taat) pada teologi kerajaan Arab Saudi (bukan negara lain manapun) menjadikan Salafy beragama teologi. Teologi resmi Saudi Arabia. Salafy, nama yang disandarkan pada generasi terbaik pada masa kepemimpinan Rasulullah, kemudian generasi kedua dan kemudian generasi ketiga sebagai nama yang sangat terhormat dan mulia disandang sebagaimana gelar Nabi Ya'qub disandang sebagai sebutan negara zionis Yahudi.
Salafy menjadi garda terdepan di bidang keagamaan teologi Saudi Arabia seraya lepas tanggung jawab dari ikatan dirinya dengan shahifah nabawiyah yang juga mendiktumkan pasal sebagai berikut :
وَإِنَّهُ لاَ يَحِلُّ لِمُؤْمِنٍ أَقَرَّ بِمَا فِي هَذِهِ الصَّحِيْفَةِ وَآمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ أَنْ يَنْصُرَ مُحْدَثَنَا وَلاَ يُؤْوِيْهِ وَإِنَّهُ مَنْ نَصَرَهُ أَوْ آوَاهُ فَإِنَّ عَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَغَضْبَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُؤْخَذُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلاَ عَدْلٌ
Bahwasanya tidak halal bagi seorang mukmin yang terikat ikrar dengan apa yang ada dalam shahifah ini dan beriman kepada Allah dan Hari Akhir menolong orang yang mengada-ada terhadap kami dan tak ada yang melindungi orang itu. Dan barangsiapa menolong dan/atau melindunginya maka sesungguhnya baginyalah la'nat Allah dan juga kemurkaan-Nya pada Hari Kiamat dan tak ada baginya yang memalingkan dan yang menjadi tebusan pengganti dari pada la'nat itu.
وَأَنَّ اللهَ عَلَى مَنِ اتَّقَى مَا فِي هَذِهِ الصَّحِيْفَةِ وَأَبَرَّهُ
Bahwasanya perlindungan Allah diatas orang yang menjaga konsisten pada apa yang ada dalam Shahifah ini dan diatas orang yang tetap setia bakti.

Faham Salafy sedemikian itulah yang tumbuh bermula di jazirah Arab, berkembang seiring dengan, dan membentengi kerajaan Arab Saudi. Karena itu, Salafy walaupun pengikutnya ada yang keberatan disebut begita saja sebagai Wahaby, namun demikian bermula, berkembang dan perannya membentengi ideology dan kerajaan Arab Saudi, sehingga tidak dapat dipisahkan dengan Wahaby.


Wahaby

Wahhabisme adalah gerakan keagamaan[1] atau cabang[2] dari Islam. Gerakan ini dikembangkan oleh seorang teolog Muslim abad ke-18 (Muhammad bin Abdul Wahhab) dari Najd, Arab Saudi, yang menganjurkan membersihkan Islam dari "ketidakmurnian". Wahhabisme adalah bentuk dominan dari Islam di Arab Saudi.[3] Wahhabi telah mengembangkan pengaruh yang cukup besar di dunia Muslim di bagian melalui pendanaan masjid Saudi, sekolah dan program sosial. Doktrin utama Wahhabi adalah Tauhid, Keesaan dan Kesatuan Allah.[4] Ibn Abd-al-Wahhab dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Ibnu Taymiyyah dan mempertanyakan interpretasi klasik Islam, mengaku mengandalkan Alquran dan Hadits.[4] Ia menyerang sebuah "kemerosotan moral yang dirasakan dan kelemahan politik" di Semenanjung Arab dan mengutuk apa yang dianggap sebagai penyembahan berhala, kultus populer orang-orang kudus, dan kuil dan kunjungan ke kuburan.[4]
Istilah "Wahabi" dan "Salafi" (serta ahl al-hadith, orang-orang hadits) sering digunakan secara bergantian, tapi Wahabi juga telah disebut "orientasi tertentu dalam Salafisme",[2] beberapa orientasi menganggap ultra-konservatif dan sesat.[5][6]

Wahabi bisa dilihat dari perannya yang bisa dikutip sebagai berikut :
Berkat kolaborasi antara Sa'ud bin Abdal 'Aziz - dengan legitimasi teologis dari Wahabbisme, atau ajaran Syekh Muhammad ibn Wahhab - dan pelindungnya Winston Churchil, PM Inggris ketika itu berdirilah kemudian sebuah kerajaan nasional di tanah Hijaz, pada 8 Januari 1926. Pada 1932 Tanah Hijaz, yang semula merupakan bagian dari Daulah Utsmani, oleh rezim yang baru ini secara resmi dinamai: Sa'udi Arabia! Inilah satu-satunya negara di dunia ini yang mendapat nama dari nama seseorang. http://wakalanusantara.com/detilurl/Mengapa.Saudi.Arabia.Tidak.Pakai.Dinar.Dirham/549


NU (Nahdhatul Ulama)

NU (Nahdhatul ‘Ulama / Kebangkitan Ulama)  menganut paham Ahlussunah waljama'ah (tanpa 'alaa minhajin-nubuwwah, tanpa diatas jejak kenabian) sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur'an, sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi'i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi, imam Maliki,dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariathttp://id.wikipedia.org/wiki/Nahdlatul_Ulama

Sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur'an, sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik inilah yang menjadikan NU memperlakukan Al-Qur'an dan sunnah (kenabian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam) sebagai kompartemen beragamanya dimana kompartemen yang lain kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik yang di dalam realitas empirik itu ada agama-agama lain, faham ideologi non agama dan bahkan anti agama. Tidak malu merujuk kepada teologi seperti teologinya Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi, mengikuti madzhab fiqih dan aliran tasawuf, kemudian menyebut agama Islam untuk agama teologi, agama madzhab dan agama tasawuf.


Agama Hindu

Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma सनातन धर्म "Kebenaran Abadi" ), dan Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam dengan jumlah umat sebanyak hampir 1 miliar jiwa. http://id-id.facebook.com/pages/Agama-Hindu/113763375300490?sk=wiki

Bangsa Indo-Iran yang disebutkan sebagai bangsa Arya adalah bangsa keturunan campuran antara Yahudi dengan Eropa dan Iran. Dalam kelas-kelas bangsa Yahudi, Yahudi bangsa Arya adalah Yahudi kelas dua (kelas B). Adapun Yahudi Bani Israil yang diakui adalah yang lahir dari orang tua laki-laki dan orang tua perempuannya Yahudi (bukan campuran)
Kelas tiga (kelas C) adalah Yahudi Arab : campuran Yahudi dengan Mesir, Irak, Syria dan sebagainya. Yahudi kelas enam (kelas F) adalah Yahudi Mulat : campuran langsung Yahudi dan Negro.
Kedudukan kelas ini perlu diketahui karena dalam ajaran Bangsa Yahudi diantaranya mengajarkan :
"Seorang Yahudi yakni seorang Bani Israil yang terpilih Yahweh, ditempatkan dalam satu tingkatan derajat tinggi, dengan syarat ia harus lahir dari air yang murni tidak tercampuri air goyim (non- Yahudi)" (Pengantar Protokol)
"Kemurnian keyahudian tidak tergoyahkan faham yang ia anut, baik ia seorang Qabbalah, seorang Nasrani, seorang teosof, seorang kahin (dukun), ataupun seorang Muslim, ataupun seorang ateis, kemurnian keyahudian hanya terkotori satu kotoran yakni kotoran darah goyim (non-Yahudi) (Pengantar Protokol).
"Seorang Yahudi harus menjadi 'penebar bibit faham' dimanapun ia berdiam dan bukan 'bibit agama Musa' karena : seorang goyim (non-Yahudi) tetap goy, walaupun mereka menganut agamamu dan melaksanakan adat istiadatmu, hanya kamu dapat mengendalikan mereka demi kepentingan Israel bangsa terpilih" (Pengantar Protokol)
"Hendaklah kamu hati-hati terhadap mereka yang memilih agamamu sebagai agamanya, karena seorang goy (non-Yahudi) tetap kambing perahanmu dan jika ternyata mereka itu berdarah goy (non-Yahudi), berdarah campuran, pecatlah dari kebangsaanmu itu dengan satu siasat agar ia tetap menguntungkan kamu" (Pengantar Protokol) (A.D El Marzdedeq, Dim.Av, Jaringan Gelap Freemasonry, Syamil Cipta Media, Bandung, cet. ketiga; 2007, hal. 8-9)

Program Yahudi Konspirator :
Program Kedua dinamakan "Shada" yaitu;
Membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.

Salah satunya yaitu di India ketika Islam bangkit untuk kembali ke Al-Quran dan Hadist dan mengobarkan Jihad fisabilillah, pihak penjajah Inggris bekerja sama dengan Freemasonry mendirikan gerakan anti Jihad. Antara lain yaitu dengan menggalakkan sufi dengan perantara ulama bayaran anggota Freemasonry. Ditunjuknya seorang Freemason “Mirza Ghulam Ahmad”, ia mendakwakan dirinya sebgai Nabi akhir zaman, Budha Awatara, Krisna, dan semacamnya.
Nabi 'Isa dan Nabi Muhammad shalawaatullaah 'alaihimaa, sebagaimana para Nabi dan Rasul Allah sebelumnya, menjalankan misi mentaati kitab-kitab Allah (termasuk Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an) yang diwahyukan itu terjaga dari dialihkannya missi ketaatan itu pada ajaran teologi.
Nabi 'Isa dan Nabi Muhammad shalawaatullaah 'alaihimaa, sebagaimana para Nabi dan Rasul Allah sebelumnya tidak beragama teologi. Hal ini sangat jelas dalam perjuangan Nabi Isa dan Nabi Muhammad 'alaihimaas-salaam memimpin umat menjalankan dinamika kehidupan masyarakat : berjual beli barang dan jasa, - dinar dan dirham - zakat dan shadaqah menghadapi sistem perbankan - uang kertas - riba.
Ustadz Abdul Aziz Ditangkap Polisi

Di Blognya, Thariqat Sarkubiyah, Santun Berdakwah Sejuk Beribadah,  http://www.sarkub.com/2011/abd-aziz-mantan-hindu-ustad-provokator-ditangkap-polisi/ menurunkan laporan dengan judul : Abd. Aziz (mantan hindu), Ustad Wahabi Provokator Ditangkap Polisi
Laporan itu bertanggal November 17th, 2011 itu adalah sebagai berikut :

Ust. Abdul Aziz (yang mengaku mantan pendeta Hindu) tadi malam tanggal 16 November 2011, ia ditahan di Mapolres Kulonprogo Jogjakarta, setelah mengisi ceramah yang berisi “adu domba” di Masjid Agung Wates Kulon Progo. Acara tersebut diselenggarakan oleh HTI.
Sebelumnya pihak banser meminta ke aparat kepolisian kalau nanti si abdul aziz ceramah menyinggung amaliah-amaliah NU minta agar di turunkan dari podium kalau tidak bersedia, kami dari pihak banser akan menurunkan secara halus, kalau tidak bisa ya terpaksa pakai cara kasar. Kayaknya si abdul sudah tahu kalau ditunggu banyak banser ansor dan para santri,  jadi ceramahnya landai-landai saja.
Tapi yang tidak terima adalah pendeta hindu karena menjelek-jelekan agama hindu, terus ketika pulang ceramah ia digiring oleh polisi ke mapolres. Lha di situ dari pihak NU,  MUI, Pendeta Hindu disuruh memberi tanggapan tentang isi pengajian si abdul aziz.

Selanjutnya soal cerita kebohongannya, waktu di mapolres ditanya nama ayahnya, katanya bernama ketut blablabla padahal tadi waktu ceramah bilang  ayahnya bernama made blablabla. Menurut pendeta yang ikut menyergap, kasta brahmana tidak ada yang bernama ketut yang tadi di ceramahnya mengaku kasta brahmana. Terus ditanya ayahnya belajar agama hindu di pure mana? ia menjawab belajar di lumajang pure A. Pak Kapolres yang asli Lumajang tahu kalau pure itu belum lama dibangun… bohong lagi deh.. Waktu ceramah ia bilang katanya puasa 7  hari 7amalam membaca mantra blablabla,  ternyata kata pak pendeta itu mantra yang dibaca dul aziz itu salah…bohong lagi.. Ketika ditanya KTP, katanya tidak punya KTP juga, sampai pak kapolres agak emosi memukul meja.
Kemudian dari pihak NU di mapolres menunjukan CD dan menerangkan bahwa si abdul itu menghina ibu Sinta Nuriyah (istri Gus Dur) dan memusyrikan amalan-amalan warga NU.
Ya begitulah kelihatanya menyeru takbir, kalimat tauhid dan mengklaim paling mengikuti sunnah, ternyata cuma akal busuk & tukang bohong dalam berdakwah menghalalkan segala cara untuk mencari pengikut.
(Liputan Tim Sarkub Kulon Progo: Bloodstone Jawa )

.... Responses to “Abd. Aziz (mantan hindu), Ustad Wahabi Provokator Ditangkap Polisi”
  1. yayan iskhaq says:
sundul + sebarkan ………!!!!!!!!!!!!

  1. Luqman Firmansyah says:
alhamdulillah!!!!

  1. Muhammad Adhika Nandiwardhana says:
Dul

  1. Luqman Firmansyah says:
Dul Wahab!

  1. Bagus says:
Orang seperti ini harus dibenci semua umat, karena sudah membuat perpecahan dan mengadu domba sesama penganut kepercayaan. Bila perlu dipublikasikan di media masa seluruh Indonesia, agar mereka yang terlanjur percaya jadi bisa mengerti dan tidak menyudutkan salah satu agama. Ungkap dan bongkar siapa orang ini sebenarnya….Salam Rahayu….

  1. dharma says:
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
hanya bisa tertawa lantang….hahahaha

  1. Gusde says:
hahahaaaa….
dr cra’a ngmong aj udh kliatan penipu…
penipu pantas d adili..!!!
Good Job pak polisi…!!!
hahaahaaaa….

  1. kadek brodhin says:
Mungkin sudah suratan Tuhan dia harus ditangkap, agar umat tidak lagi mudah dibohongi, semoga kita semua mulai waspada dg seseorang yg mau menjelekkan antar umat beragama, semoga kedamaian tetap terjaga,…


  1. aziz tobat says:
pindah agama buat nyari duit….keren manteb….

  1. wagiyo says:
disolo yogya dan sekitarnya dah mau abis pengikutnya….disikat ama MTA……….
emang itu ajaran hindu…

  1. ichwan ndeso says:
wah, kudune disel kumpul karo pemerkosa kuwi. yg jadi pertanyaan sekarang, Bagaimana rekasi ulama dan pendeta hindu terhadap HTI selaku pihak yg mengundang si pendusta jahat itu?

  1. joko says:
kalau sudah jelek si NU ya gak usah bingng introspeksi diri aja, banyka sekali kok penyimpangan2 kalian………………

  1. Luqman Firmansyah says:
hehe… nama NU memang sudah menjadi barang dagangan oleh kaum Wahabrot. suka mengaku2 kyai NU, ustadz NU, mantan NU, tapi semuanya hanya propaganda kaum wahabi cingkrangi. kerjaannya wahabi menghasud orang. begitulah wahabi. ente harusnya yg introspeksi dul

  1. andro says:
seseorang sengaja memuculkan sara memang perlu dibrantas ,kok ustad yang hanya bisa membuat sara kok malah dipercaya ,dr cara melakukan ceramah saja sudah menjelek2kan agama lain ,kalau memang ustad yang baik ngak bakalan sampai menjelek2kan agama lain dan warga pun seharusnya tau mana yang baik dan buruk dan ternyata warganya pun hanya bisa percaya saja sama omongan orang gila …memalukan sekali ..

    • DekPUNG says:
Saya sangat setuju pendapat saudara Andro,..mengapa harus menjelekkan agama lain untuk mencari pengikut ? Kalau cuma mengagungkan agama sendiri, itu sah2 saja, dikarenakan merasa mencintai milik sindiri. Namun perlu diingat janganlah kemudian menjadi terlalu fanatik,…agar kedamaian dan keharmonisan tetap tetap terbina dan terjaga,…Semoga

Ya beginilah orang indonesia… pada senang menghujat dengan sesama… padahal kenal aja enggak. pantas aja dijajah belanda 350 tahun!

  1. komang says:
ini orang kudu di kasi pelajaran yang setimpal.
gila agama dijadikan bahan perdebatan.
GW mau bilang sama ni orang yang di tangkep:
AGAMA adalah kepercayaan pribadi dan diri sendiri jangan dijadikan alat pemecah persatuan.
mari kita tetap bersatu INDONESIA.
apapun agamamu itulah kepercayaan mu
jangan jangan ni orang juga gak di sunat ya
wakakakakakaka…..

  1. Yasdwipura says:
Sebagai seorang Hindu saya sangat senang dengan ditangkapnya Abdul Aziz, Karena dalam ceramahnya sering menjelekkan Hindu yang tidak benar. Saya sangat berharap agar pihak berwajib memberi hukuman yang seberat-beratnya karena telah mengundang SARA

  1. Danyang Web says:
Ajaran wahabi penuh dg kepalsuan, kebohongan & kekerasan.

  1. okki says:
kox..nyebut2 wahabi??wahabi itu apa??mohon dijelaskan..

wahabi ya contohnya kamu ini. denger kata “wahabi” langsung kebakaran jenggot

  1. Aqil Fikri says:
Kerukunan antar umat beragama harus tetap dijaga di negara kita tercinta, apapun agama anda kita adalah saudara, dan harus bersatu mengahlau para pengacau2 bangsa kita tecinta ini

    • DekPUNG says:
Setuju sekali,…karena hanya dengan kebersamaan dalam perbedaanlah bisa ada cerita menarik dalam hidup,…Tetap bersatu sesuai dengan keyakinan kita, karena kita memang terlahir berbeda…..Waspadailah pemecah belah,..jangan ingatkan diri seperti jaman Penjajahan Keparat Belanda dulu,….(ngomong2 masalah penjajahan,..coba kalu dulu kita dijajah Inggris ya,…pasti bakal jadi negara paling maju kita di Asia ini,….)

    • wong edan says:
saya setuju banget dengan komentar anda.
dan yang paling penting kita jaga adalah kerukunan ummat seAGAMA.jangan sampai kita menganggap musuh orang2 yg se iman dg kita.(kerukunan ummat ber agama dan seagama hrs kita jaga)
kita tunjukkan bahwa ucapan dan prilaku kita betul betul ASWAJA. tuk admin JAZAAKUMULLOOH KHOIRON KATsIIRON

  1. dewa says:
untung polisi cepat menangkap, padahal ni pembohong sudah lama berkoar di dunia maya, besok2 lebih cepat bertindak ya, tapi sesungguhnya masyarakat kita tidak bodoh terpancing dengan sara.. jaga perdamaian.. Indonesia pasti menguasai dunia….

  1. wong edan says:
assalaam….
kalau bikin informasi yang jelas dan akurat,jangan bikin malu warga nahdliyyin,dul aziz kau bilang bohong,anda sendiri penyebar kebohongan,panitianya itu bukan HTI tapi MTDK nya muhammadiyah.saya orang NU malu melihat website ini yang katanya menyuarakan NU tapi banyak bohongnya.berbicaralah dengan hati nurani jangan mengumbar emosi.orang yang baik adalah orang yang siap di kritik.wassalaam….

kami bergerak atas nama ASWAJA, tidak bawa2 nama NU..
itu adalah informasi yg kami terima..dan yang sgt disayangkan kenapa warta NU slalu ketinggalan kereta..
trims koreksinya. kami tanya dulu ke sumbernya.

nih info dari sumbernya: panitianya adlh gabungan HTI PDHI muhammadiyah

      • wong edan says:
saya orang asli jatim,domisili wates setau saya di wates gak ada ormas HTI.tolong di cek lagi ke sumbernya.jazaa kumullooh khoiron



  1. alfayyadh says:
FATABAYYANUU…….FATABAYYANUU…..FATABAYYANUU……….

  1. penganut hindu says:
biarkan kami menjalani agama kami dengan penuh kasih,kedamaian.kami tidak menghawatirkan umat kami pindah,atau dijelekan.karna kami dari jaman kerajaan sudah dijajah..dan dihasut.Tuhan ada dimana mana.kami bangga.dengan apa yg kami lakukan.

  1. Omatz Van dee izv says:
ada yg mau ketemu ma abd aziz gk?biar pada tau tuh org sebenarnya gk tau agama sama sekali
nanti saya hubungkan dgn teman saya yg kenal ma dia….lihat sndiri kapasitas tuh ustadz abal2

  1. Omatz Van dee izv says:
itu F salah satu teman kami yg kenal etul n bisa mempertemukan kpda kalian yg mau tau abd aziz…biar nte pada tau siapa sbnrnya tuh dul aziz

Gak usah, saya pernah duduk ngobrol bareng dengan beliau.. Insya Allah akhlaknya sangat jauh mulia saya dan ente2 yang begitu kejam menfitnah beliau.. Melalui beliau juga sudah terbuka pintu hidayah 513 orang hindu.. Ente dah berapa? Jangan2 malah komentar2 keji disini makin memantapkan orang2 kafir dg agama mereka.. Mereka akan bilang: Lihat tuh kejinya perkataan orang Islam..

      • wong edan says:
@rohmanto
dul aziz ada bohongnya mas,klo ada yang menghardik beliau gak perlu di puji/bela mati2an.(1) waktu kajian di tuksono sentolo dia bilang S ag dari agamanya yang dulu,tp di mapolres dia bilang gk kuliah,(2) dia bilang ortunya hidup dilungkungan pure senduro lumajang,padahal purenya ada menjelang tahun 1990.
bagi anda yang membenci silahkan benci sewajarnya,bagi yang senang silahkan sanjung sewajarnya.INGAT!!!! kita smua manusia biasa yang pasti ada salah dosa….moga manfaat
semua mu’min dan muslim saudara……

  1. ADIB HASAN says:
Semoga kebenaran dapat benar-benar dibuktikan dan keadilan benar-benar ditegakkan oleh Pak. Polisi secara jujur, obyektif dan independent tanpa didasari nafsu, hasutan pihak manapun. Aamiin
Untuk saudara-saudara se Aqidah ASWAJA dan Jama’ah Ahlul Toriqoh al Mu’tabroh, mari kita tunjukkan akhlaq karimah dengan selalu khusnodzon terhadap seseorang yang masih diduga melakukan penipuan. Jika memang ia terbukti berbohong atas identitas dan jatidirinya, kita do’akan agar aparta hukum menindak dengan seadil-adilnya menurut hukum positif. Wallohul muwwafiq ila aqwa amiththariqo’.
Salam ADEM AYEM
ADIB HASAN BESARI- DARUSSALAM AN-NASHR II- KOTA MALANG

  1. dor says:
orang seperi abdul azis harus cepet di dor aja, itung2 kita bantu dia cepat ke sorga, dari pada lama2 di dunia menjadi antek2 negara lain kikikiki.dan penghianat NKRI.

  1. Sant Rino Mason says:
Seberapa tangguh percaya diri dan seberapa penting seseorang sebagai bagian dari faham teologi, aliran thariqat, madzhab hukum, madzhab politik, madzhab ekonomi, beraliran spiritual, bersistem keyakinan, ritual dan moral keagamaan untuk menggantikan pembenaran dengan ketaatan pada kitab-kitab Allah dan sunnah kenabian Rasul-Nya, lebih-lebih dengan jelas mengesampingkan Shahifah Nabawiyah ( http://non-gharqadian.blogspot.com/search/label/Shahifah%20Nabawiyah ) dan apalagi membelakanginya, maka adalah menyerahkan leher diri sendiri untuk dijadikan bahan permainan game ‘ushbah/ insiders Yahudi konspirator ( http://non-gharqadian.blogspot.com/search/label/Game%20Konspirasi%20Peternakan%20Manusia ) selayaknya di alam peternakan. Kemudian dari pada itu, untuk pada gilirannya digiring ke tempat penyembelihannya.

  1. Sant Rino Mason says:
Protokol ‘Ushbah Insiders Yahudi Zion 5 http://www.biblebelievers.org.au/przion3.htm#Protocol%20No.%204
Terjemah singkatnya demikian :
Peraturan yang ditegakkan haruslah sesuai dengan konsep Yahudi yakni berdirinya
sebuah pemerintahan yang kuat yang dapat memaksa para pemuka agama
lain (goyim/ummy,/gentiles/non ‘ushbah insiders Yahudi). Para pemuka agama itu harus ditekan, diintimidasi kemudian ditahan. Lalu agenda yang dijalankan pula mempersengketakan antar agama sehingga tidak mungkin lagi dirukunkan. Ketika itu, sudah tidak mungkin lagi ada suatu
negara, agama atau bangsa yg berani menghadapi Yahudi secara langsung
karena Yahudi telah memecah belah mereka dari luar. Dengan adanya musuh mereka dari
luar maupun dari dalam sungguh sulit bagi mereka untuk bersatu. Semua
pertikaian itu semata-mata menjadi keuntungan bagi kita.
Selama negara Kapitalis mematuhi sistem kita, selama itu pulalah kekuasaan di
tangan kita. Korupsi dan suap pun akan membudaya. Sepanjang ekonomi (dengan instrument utamanya uang) dijadikan alat politik kita wajib mengendalikan periklanan karena reklame
perniagaan itu merupakan dana bagi persuratkabaran, sehingga semua media massa
akan mematuhi program kita. Kemudian kita kendalikan media massa itu dengan
penyajian teori dan paham yang berlawanan yang menyebabkan perbedaan pendapat
yang jauh dari kesatuan dan selalu mengarah pada persengketaan & pertentangan
fisik. Kita harus berusaha keras untuk menghancurkan semua paham & teori yang
benar karena seorg ahli pikir yang benar akan lebih berbahaya dari seorang
milyuner. http://groups.yahoo.com/group/Hi3-Bandung/message/433

  1. thanks to Allah says:
luar biasa manusia jaman sekarang
bukan golongan yang memasukkan umat ke surga tapi Islam,
mari dijawab: apakah yang umat lakukan adalah Islam? jika ya, selamat bertemu di Surga

  1. i made lebih says:
bagi para pendakwah hendaknya memberikan informasi yg benar thd para jemaahnya tentang agama lain jgn justru menjelek2 agama lain krn hal ini jelas2 dapat merusak kerukunan hidup beragama dan memperbodoh umatnya sendiri krn telah menyampaikan hal yg tidak benar seperti ustad ida bagus abdul aziz,

  1. Ahmad Khan says:
Bos…negara lain uda sibuk bikin nuklir, ini msh berdebat soal tradisi ??kampungan banget sih, goblog plus otak udang kalo msh bahas masalah bid’ah, tarawih, hisab rukyat itu semua pelajaran MI/SD uda ga zamannya lg bahas hal sepele kayak gt, islam & hindu agama mengajarkan perdamaian cinta damai n kasih sayang ga perlu ada yg diributin, liat iran, rusia dengan kemajuan teknologinya kpn kits bisa?? liat mesir, iraq, tunis, libya hancur lebur…bego banget kalo kita terpancing dg gerakan yahudi israel yg takut akan ukhuwah islamiyah makanya skrg banyak muncul harakah2 semelekethe untuk buat kacau umat, kita ini satu dalam naungan LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULALLAH titik.

Rabu, 09 November 2011

Jejak Kenabian pada Keteladanan Nabi Ibrahim

Ini adalah khutbah 'Iedul-Adhha 1432 H pada Ahad, 6 November 2011 di Jl. Pandanwangi Raya bagian Tumur di Puri Gemah Sentosa Semarang, disampaikan oleh Ir. H. Bambang T Abu Naila, MM :


                                          PELAJARAN DARI NABI IBRAHIM A.S
Allahu Akbar  wa lillahi-hamd.
Jama’ah Shalat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah.

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan hari ini hari bahagia, yang dengan Mahakasih dan Mahasayang-Nya kita diberikan syariat yang begitu mudah dan membahagiakan bagi hamba-hambanya yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai wujud syukur kita pada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa.
Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan  kepada Nabi kita Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat dan para pengikut setia serta para penerus dakwahnya hingga hari kiamat nanti.

Jama’ah Shalat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah

Khathib 'Iid-al-Adhha 1432H
 Hari ini kita bergembira bersama saudara-saudara seiman setanah air dan begitu juga sekitar tiga juta lebih saudara-saudara kita dari seluruh penjuru dunia yang sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, sebagai nikmat terbesar yang diberikan Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa kepada kita, yakni nikmat iman dan Islam, yang tidak diberikan kepada semua manusia.
Maka marilah kita syukuri nikmat ini dengan selalu kita tingkatkan  ketaqwaan kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa, seraya mengumandangkan takbir, tahmid dan tasbih, mengagungkan, memuji dan memahasucikan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Dan marilah kita sempurnakan syukur kita dengan merenungkan hidup kita ini, meneliti kembali apakah memang benar kita sudah pada jalur yang benar, jalur menuju ridha Allah dan surga-Nya.

Salah satunya adalah dengan mengambil pelajaran, hikmah, dari  perjalanan hidup manusia agung yang diutus oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa untuk menjadi Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ibrahim 'alaihis-salaam beserta keluarganya. Keagungan pribadinya membuat kita harus mampu mengambil keteladanan darinya, bahkan Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam pun mengambil keteladanan darinya.

Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa berfirman:
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ ( QS. 60/Al-Mumtahanah : 4 )

Allahu Akbar  wa lillahi-hamdi
Jama’ah Shalat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah

Marilah bersama–sama, kita merenungi firman Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa  dalam Surat 37/Ash-Shaaffaat : 99-111, tentang kisah nabi Ibrahim 'alaihis-salaam. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau, untuk kemudian kita jadikan ibrah di dalam perjalananan hidup di dunia ini.

3 dari 5 Sapi 11 Kambing Siap untuk Ibadah Qurban

Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa berfirman :
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ
Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabb-ku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku“ ( QS. 37/Ash- Shaaffaat : 99 )

Beberapa pelajaran dapat kita petik dari ayat ini
  1. Jika kita tidak bisa beribadah kepada Allah dan berdakwah, maka Allah memerintahkan kita untuk berhijrah. Nabi Ibrahim 'alaihis-salaam, setelah sekian tahun berdakwah pada kaumnya, ternyata yang didapat bukan sambutan baik, akan tetapi cercaan, hinaan, bahkan  ia dipaksa untuk menceburkan diri ke dalam api yang sedang menyala. Setelah Allah menyelamatkannya, beliau diperintah Allah untuk berhijrah demi kelangsungan ibadah dan dakwahnya
  2. Orientasi hidup kita adalah kembali kepada Allah dan keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyaikan kita
Allahu Akbar  wa lillahi-hamdi
Jama’ah Sholat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah

Selanjutnya Al-Qur’an surat As-Shaaffaat, ayat 100-107, dengan ungkapan dan kalimat yang jelas  menceritakan peristiwa berhikmah besar dibalik kisah penyembelihan anak oleh bapaknya,  penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim 'alaihimaas-salaam.

Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa berfirman,
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ  فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيم
Artinya: “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang santun (shalih)
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat penyantun (Ismail as)” ( QS. 37/Ash- Shaaffaat : 100-101 ).

Dari ayat ini terkandung pelajaran adab berdo’a. Diantaranya:
1.      Hendaknya kita tidak meminta sesuatu kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa di dalam kehidupan ini, kecuali jika sesuatu tersebut mempunyai maslahat di dalam hidup kita di dunia dan akhirat secara bersama-sama. Nabi Ibrahim 'alaihis-salaam, tidak meminta keturunan kecuali keturunan yang shalih, yaitu keturunan yang akan meneruskan perjuangannya di dalam menyebarkan dan menegakkan ajaran Islam, keturunan yang akan selalu berbakti kepada orang tua di saat masih hidup, dan selalu mendo’akannya tatkala ia telah meninggal dunia.
Ini sangat sesuai dengan do’a yang tersebut di dalam QS. 2/Al Baqarah : 200-201 :
فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ   وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. “ ( QS. 2/Al Baqarah : 200-201 )

Maka mintalah kepada Allah, sesuatu yang ada manfaatnya di akhirat kelak, seperti meminta anak yang shalih, harta yang barakah, ilmu yang bermanfaat, istri yang shalihah dll.
Ketua Panitia, Bp. Singgih Suhardoko Mengendalikan Pencacahan Daging
  1. Berdoalah secara sungguh-sungguh dan terus-menerus. Tetapi jika Allah belum mengabulkannya juga, kita tidak boleh putus asa, karena putus asa terhadap rahmat Allah adalah sifat orang-orang yang tidak beriman. Sebagaimana firman Allah :
وَلاَ تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللهِ إِنَّهُ لاَ يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” ( QS 12/Yusuf : 87 )

Nabi Ibrahim 'alaihis-salaam sendiri tidak pernah putus asa dalam berdo’a, baru pada masa tua-nya, do’a tersebut dikabulkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa.

  1. Selalu  mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sekecil apapun nikmat tersebut. Atau bahkan nikmat tersebut baru kita dapat di akhir hidup kita. Nabi Ibrahim bahkan  sangat bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepadanya berupa anak walaupun baru terkabulkan di akhir umurnya. Beliau memuji Allah atas nikmat tersebut :
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Rabb-ku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. “ ( QS. 14/ Ibrahim : 39 )

Allahu Akbar  wa lillahi-hamdi
Jama’ah Shalat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah

Di tengah kebahagiaan seperti itu turunlah wahyu,yaitu QS.37/Ash-Shaaffaat ayat 102,
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
 “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; in sya Allah engkau  akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS.37/Ash-Shaaffaat ayat 102)

Beberapa pelajaran dapat dipetik dari ayat ini
  1. Tidak setiap perkara yang kita benci pasti membawa mudharat bagi kehidupan kita. Terkadang yang terjadi adalah sebaliknya, musibah yang kita anggap akan mendatangkan malapetaka, ternyata malah membawa kita kepada kesuksesan besar di dalam hidup ini.
 Nabi Ibrahim 'alaihis-salaam diperintahkan Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa untuk meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil di tengah padang pasir, yang tidak ada tumbuh-tumbuhan dan air. Sebagai manusia, tentunya nabi Ibrahim tidak ingin mengerjakan hal tersebut kalau bukan karena perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. Sesuatu yang tidak dikehendaki nabi Ibrahim tersebut, ternyata telah menjelma menjadi sebuah ibadah haji yang dikemudian hari akan diikuti berjuta–juta manusia, dan dari peristiwa itu juga, keluarlah air zamzam yang dapat menghidupi jutaan orang dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Begitu juga, ketika nabi Ibrahim 'alaihis-salaam. diperintahkan untuk menyembelih anaknya Ismail, yang sangat dicintainya. Setiap orang yang masih mempunyai hati nurani yang sehat, tentu sangat tidak senang jika diperintahkan menyembelih anaknya sendiri. Tapi apa akibatnya ? Ketika kedua-duanya pasrah, Allah menggantikannya dengan hewan kambing. Dari peristiwa ini, akhirnya umat Islam diperintahkan untuk berkurban setiap datang hari raya Idul Adha. Memang, kadang sesuatu yang kita benci, justru adalah kebaikan bagi kita sendiri. Allah berfirman :
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( QS 2/Al-Baqarah : 216 )

Maka janganlah seperti orang–orang yang tidak beriman dan tidak mempunyai keyakinan kepada janji-janji Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa, mereka akan goncang dan stress jika kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya, apalagi anaknya satu-satunya yang sedang beranjak dewasa. Sebagian besar orang yang bunuh diri disebabkan karena stress dan tidak kuat di dalam menghadapi berbagai problematika yang menimpa dirinya.

2.       Ujian bukan hanya kesulitan, kesenanganpun merupakan ujian.
 QS. 21/Al-Anbiyaa' : 35
 كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan  kebaikan sebagai cobaan. Dan kalian akan dikembalikan hanya kepada Kami”.

Maka kesenangan dunia yang diberikan Allah kepada kita, jangan sampai melalaikan kita dari ketaatan kepadanya-Nya
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi“ ( QS. 63/Al Munafiqun : 9 )

3.       Bahwa kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan dan keberhasilan di dalam kehidupan dunia ini dan di akhirat kelak, kecuali jika kita mau mengorbankan apa yang kita cintai . Nabi Ibrahim 'alaihis-salaam berhasil meraih predikat khalilullah ( kekasih Allah ), karena telah mampu mengorbankan sesuatu yang dicintainya yang berupa anak , demi mencapai kecintaan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa. Ini sesuai dengan firman Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa :
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمٌ
«Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sehahagian harta yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. « ( QS. 3/Aali 'Imraan : 92 )

Maka mari kita periksa, siapa atau apa yang menjadi Ismail kita sekarang? Jabatan, kehormatan, atau profesi kita? Tabungan kita, rumah, kendaraan, keluarga kita, pakaian kita atau bahkan diri kita sendiri? Yang harus kita kurbankan adalah segala sesuatu yang melemahkan iman kita dan menghalangi kita untuk mendengarkan, mengamalkan dan berpihak kepada Allah.

Allahu Akbar  wa lillahi-hamdi
Jama’ah Shalat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah

Akhirnya nabi Ibrahim 'alaihis-salaam dengan penuh keimanan melaksanakan perintah Allah itu akan menyembelih putranya,  sebagaimana QS as-Shaafaat ayat 103-107
 فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاَء الْمُبِينُ    وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
 “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS.37/Ash-Shaaffaat ayat 103-107)

Begitulah hadirin yang dimuliakan Allah, seorang hamba yang sabar ketika diuji oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa, dan taat dengan segala perintahnya, serta pasrah dengan hukum-hukum-Nya, niscaya akan mendapatkan balasan yang tiada putus-putus di dunia dan pada hari akhir nanti.

Allahu Akbar  wa lillahi-hamdi
Jama’ah Shalat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah

Dalam jiwa kita mungkin tcrsimpan satu pertanyaan; apakah harus begitu? Pembuktian penghambaan, ketaatan kecintaan  selalu harus dialiri oleh darah dan air mata? Apakah harus dengan pengorbanan? Tidak bisakah kita tenang-tenang saja, adem ayem, cuek, yang penting tidak mengganggu sana sini, kemudian  mati dan masuk surga?

Begitulah akhirnya Allah mempertemukan kita dengan hakikat ini; yaitu hakikat bahwa hidup sepenuhnya hanyalah ujian semata dari Allah, dan bahwa hanya ada satu kata kunci dalam setiap ujian; duri-duri di sepanjang jalan kehidupan ini harus dilalui dengan penuh pertanggungjawaban.

Perhatikan  firman Allah;
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. (QS 67/ al-Mulk : 2).

Dan juga hakikat lain lagi yang membuat ujian kehidupan menjadi semakin berat dan rumit. Hakikat itu adalah ini; Allah ternyata tidak menurunkan Adam dan Hawa sendiri ke bumi. Allah menurunkan mereka berdua bersama Iblis yang akan menyesatkan Adam beserta segenap anak cucunya dari jalan kebenaran hingga hari kiamat. Selain Iblis yang ada di luar diri kita, di dalam diri kita sendiri juga terdapat unsur setan yang menjadi pusat pendorong kepada perbuatan jahat. Maka hakikat ini telah nienjadikan panorama kehidupan kita akan senantiasa dipenuhi konflik antara kebaikan dan kejahatan, antara kebenaran dan kebatilan, antara tentara Iblis dan tentara Allah. Di sini tidak ada pilihan untuk tidak memihak. Dan karenanya setiap orang pasti harus berkorban, sebab setiap orang pasti terlibat dalam pertarungan abadi ini. Kalau seseorang tidak berada dalam kubu kebenanan, pastilah dia berada dalam kubu kebatilan. Dan tidak ada kubu pertengahan.

Begitulah jamaah yang dimuliakan Allah, pengorbanan adalah ukuran tingkat keimananmu.  Maka periksalah  diri sendiri; sudah berapa banyak yang engkau berikan? Sudah berapa banyak engkau meneteskan air mata?, Sudah berapa banyak engkau lelah

Begitulah jamaah yang dimuliakan Allah, pengorbanan menjadi harga mati bagi kemenangan. Nabi lbrahim dinobatkan sebagai pemimpin umat manusia setelah ia menyelesaikan ujian dengan bukti pengorbanannya. Begitu pula Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mencapai kemenangan setelah perjalanan dakwah dan jihad dengan  pengorbanan yang penuh darah dan air mata.

Sesungguhnya kita sedang bertransaksi dengan Allah, hidup dan matimu, segenap jiwa dan pikiranmu, segenap harta dan waktumu, telah engkau jual kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa surga sebagai gati pembayarannya;
 إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيلِ وَالْقُرْءَانِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(QS. 9/At-Taubah ayat 111).

Allahu Akbar  wa lillahi-hamdi
Jama’ah Shalat ‘Idul Adha yang dimuliakan Allah

Pertama, maka mulailah yang kecil (mudah) – ibda’ bi l-yasiir)
Perkara ringan yang sekilas tampak remeh namun sebenarnya mempunyai efek bola salju. Sampah yang bertumpuk dan merusak lingkungan berawal dari puntung rokok atau bungkus kacang, korupsi milyaran bermula dari puluhan atau ratusan ribu rupiah. Orang yang terbiasa melakukan dosa-dosa kecil akan cenderung dan kelak berani melakukan dosa besar.
Kedua, mulailah dari diri sendiri – ibda’ bi-nafsika
Mulai dengan mendisiplinkan diri dalam beribadah, bekerja dan menjalankan tugas apapun profesi kita. Bangsa-bangsa yang pernah kalah perang seperti Jerman dan Jepang bisa bangkit dan maju karena disiplin. Umat Islam terdahulu menjadi bangsa yang disegani dan mampu membangun peradaban gemilang dengan disiplin juga. Bagai singa di siang hari, dan rahib di malam hari.
Ketiga, mulailah hari ini, sekarang juga – ibda’i l-yawma
Perjalan 1000 km berawal dari satu langkah, tidak ada yang mustahil jika prosedurnya diikuti. Man jadda wajada, wa man saara ‘alaa-d-darbi washala, tidak ada istilah terlambat untuk meraih sukses dan kebaikan, mulailah dari sekarang, saat ini, hari ini juga.

Akhirnya marilah kita tutup khutbah Idul Adha pagi ini dengan berdoa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Mahadekat dan Maha Mengabulkan doa.
اللَّهُمَّ انْصُرْنَا  فَإِنَّكَ خَيْْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْْرُ الفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَإِنَّكَ خَيْْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّلِمِيْنَ وًَالْكَافِرِيْنَ
Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتُحَوِّلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَأ بِهِ جَنََّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتَهَوِّنُ بِهِ مَصَائِبَ الدُّنْيَا اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَلاَ تَجْعَل مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلُغَ عِلْمِنَا وَلاَ تَسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَأ
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepada-Mu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعْ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعْ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعْ وَمِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari doa yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’i).

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ حَجَّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ
Ya Allah, jadikanlah mereka (para jamaah haji) haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian
رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

BULAN SUCI DIBAWAH KAKI ZIONIS

Disampaikan pada : Forum Kajian AT-TAUBAH Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf FK. UNDIP/RSUP Dr. Kariadi Semarang, Ahad 23 November 20...